Jiplakan? Jujutsu Kaisen dan Naruto Ternyata Punya 5 Kesamaan

Jiplakan? Jujutsu Kaisen dan Naruto Ternyata Punya 5 Kesamaan

Naruto dan Jujutsu Kaisen adalah dua judul serial dengan jalan cerita dan tema berbeda satu sama lain. Baik JJK maupun Naruto keduanya merupakan serial anime dan manga yang cukup populer, apalagi sekarang ini Jujutsu Kaisen sedang naik daun. Meski secara alur dan tema keduanya sangat berbeda tetapi kalau kamu perhatikan dengan teliti maka akan menemukan banyak kesamaan. Terutama bagi fans berat Naruto pasti akan merasa nostalgia ketika menonton Jujutsu Kaisen.

Tapi bukan berarti Jujutsu Kaisen merupakan jiplakan dari Naruto. Karena mungkin kesamaan tersebut hanya kebetulan semata atau sang kreator terinspirasi dengan karya lain dan itu merupakan hal yang wajar.

Bagi kamu yang mungkin tidak sadar atau menemukan kesamaan di kedua seri tersebut tidak usah repot menonton ulang dan mencari sendiri. Karena di bawah ini saya sudah merangkum 5 persamaan yang ada antara seri Jujutsu Kaisen dan Naruto.

1. Kedua protagonis berlatih keras untuk jadi orang yang kuat

Jika Naruto berlatih dengan keras untuk mencapai keinginanya menjadi Hokage maka begitu juga dengan Itadori. “Bukan berarti Itadori ingin jadi Hokage juga”, maksudnya keduanya melatih dirinya untuk menjadi orang yang kuat. Meski Itadori Yuji sendiri tidak terlalu jelas apa motivasinya di balik pelatihan di Sekolah Jujutsu Tokyo. Tetapi yang jelas keduanya memiliki kesamaan karena baik Itadori dan Naruto keduanya ingin menjadi kuat bukan karena untuk diri sendiri melainkan demi melindungi orang lain dan teman-teman.

2. Keduanya memiliki monster di tubuh mereka

Yang paling jelas kesamaan dua seri ini apa lagi kalau bukan tentang adanya kekuatan monster yang terpendam di dalam diri mereka. di dalam tubuh Naruto pasti sudah banyak yang tahu kalau di sana tempat bersemayamnya Kurama sang Bijuu Rubah Ekor Sembilan. Kurama di dalam tubuh Naruto dapat memberikan kekuatan berupa chakra dengan dosis yang besar sehingga sangat membantu Naruto dalam keadaan terdesak.

Sama halnya dengan Sukuna yang ada di tubbuh Itadori. Bedanya kalau Sukuna merupakan Roh Kutukan yang akan memberikan energi kutukan kepada Itadori. Sukuna juga bisa dikendalikan oleh Itadori sama seperti Naruto mengendalikan Kurama. Meski kadang kedua monster tersebut bereaksi di luar kendali pada awalnya, baik Itadori dan Naruto lama kelamaan dapat menguasai sepenuhnya kekuatan tersebut

Related Posts

3. Mentor yang serupa

Gojo Satoru dan Hatake Kakashi keduanya adalah guru ikonik di dunia anime. Dan keduanya juga memiliki penampilan yang sama seperti contohnya rambut mereka berdua sama-sama berwarna putih dengan gaya yang hampir sama. Dan juga mereka menggunakan penutup mata, hanya saja jika Kakashi cuma menutup mata kirinya maka Gojo dua-duanya karena dua lebih baik daripada satu hehehe.

Kedua guru itu juga memiliki kepribadian yang konyol dan suka bercanda kepada anak didiknya supaya tidak terlalu tertekan. Meski mereka memiliki sifat yang santai tetapi di dalam diri Gojo dan Kakashi menyimpan kekuatan yang luar biasa. Dan mereka termasuk karakter yang overpower di dalam dunianya masing-masing.

4. Punya tim yang kuat

Keduanya memiliki rekan utama yang mirip satu sama lain dan juga memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Di Jujutsu ada tim utama yang terdiri dari Itadori, Megumi dan Nobara. Ketiga orang ini cukup kompak dalam menjalankan misi membasmi kutukan yang meresahkan warga. Dan di Naruto ada Tim 7 yang terdiri dari Naruto, Sasuke dan Sakura. Meski Tim 7 sempat terombang ambing tetapi pada akhirnya mereka masih bisa bersatu menjadi tim yang terkuat di seri ini. Antara Tim 7 dan Jujutsu juga memiliki sifat serupa satu sama lain. Seperti sifat Naruto dan Itadori yang periang dan tak pantang menyerah, Sasuke dan Megumi yang cool dan serius. Serta Sakura dan Nobara yang jadi wanita penengah.

5. Penegak keadilan sejati

Dalam dua seri tersebut Naruto dan Itadori merupakan sosok penegak keadilan sejati. Karena mereka berdua sama-sama berjuang untuk membasmi kejahatan tanpa lelah. Dan mereka rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi orang lain yang memerlukan bantuan. Meski mereka harus jatuh bangun untuk mencapai impian mereka, motivasi yang tinggi membuat mereka bisa bangkit dari kegagalan masa lampau.

Tinggalkan Balasan