3 Alasan Kimetsu no Yaiba Sering Dituduh Menjiplak Jojo’s Bizarre Adventure

3 Alasan Kimetsu no Yaiba Sering Dituduh Menjiplak Jojo’s Bizarre Adventure

Anime Kimetsu no Yaiba atau juga sering disebut dengan nama “Demon Slayer”. Merupakan anime adaptasi dari manga berjudul sama karya Koyoharu Gotouge yang sangat fenomenal beberapa tahun lalu. Anime tersebut banyak dipuji lantaran mampu mendongkrak penjualan versi manga. Hingga menjadi manga terlaris tahun 2019 sekaligus menggulingkan dominasi penjualan manga One Piece. Hal itu cukup wajar karena anime Kimetsu no Yaiba digarap oleh studio Ufotable yang sering kali dujuluki studio dengan budget tanpa batas. sehingga kualitas visual dari anime ini sangat memanjakan mata siapapun.

Sudah menjadi hal yang umum jika ada sesuatu yang populer pasti ada saja pihak yang tidak suka akan pencapaian tersebut. Seperti halnya Kimensu no Yaiba yang sering mendapat hinaan dari beberapa fandom anime lain. Anime ini sampai menjadi topik paling sensitif pada beberapa forum anime.

Tapi ada suatu hal menarik yang saya temukan tentang Demon Slayer ini salah satunya adalah ada beberapa fans dari Jojo’s Bizarre Adventure yang menyatakan kalau Kimetsu no Yaiba adalah jiplakan dari JJBA part satu dan dua. Hal ini cukup membuat saya penasaran dan setelah saya telusuri memang ada beberapa kemiripan antara kedua seri tersebut.

Related Posts

Disini saya sudah merangkum beberapa hal yang menjadi alasan Kimetsu no Yaiba sering dituduh menjiplak JJBA.

 

1. Kekuatan Utama

Baik protagonis JJBA part 1-2 maupun Kimetsu no Yaiba keduanya mengandalkan teknik pernafasan dalam bertarung tetapi memiliki penyebutan yang berbeda. Kalau di JJBA menggunakan teknik pernafasan matahari yang disebut Hamon sedangkan pada KNY hanya disebut teknik pernafasan saja. Perbedaan teknik pernafasan antara kedua seri tersebut adalah jika JJBA hanya ada pernafasan matahari saja sedangkan KNY memiliki banyak percabangan seperti pernafasan air, kabut, batu, api dan lainya.

Perbedaan lain dari kekuatan utama tersebut adalah pada kegunaannya dalam bertarung. Di JJBA kekuatan hamon merupakan senjata utama yang bisa membunuh musuh sedangkan teknik pernafasan KNY diterapkan hanya untuk menambah daya serang serta momentum saja.

 

2. Para Iblis

Kalau di dalam anime Kimetsu no Yaiba ada iblis maka di JJBA ada para vampire. Keduanya memiliki karakteristik yang sama yaitu memangsa manusia dan akan habis terbakar ketika berada di bawah matahari serta mereka tidak akan mati walau dipotong dengan cara biasa. Tapi walaupun serupa, iblis dan vampir tidak bisa dikalahkan dengan cara yang sama. Sebab iblis hanya bisa dibunuh dengan cara memenggal kepalanya menggunakan pedang dengan bahan metal khusus yand disebut “Nichirin”, sedangkan vampir di JJBA hanya bisa musnah jika diserang dengan energi hamon.

 

3. Kibutsuji Muzan

Kita tahu bahwa Muzan adalah tokoh antagonis utama seri Kimetsu no Yaiba. Dia adalah sang raja iblis yang memiliki kemampuan untuk mengubah manusia biasa menjadi iblis dan mematuhi perintahnya. Tujuan utama dari sang raja iblis sendiri adalah membuat dirinya bisa bertahan hidup di bawah sinar matahari dan menjadi makhluk terkuat di dunia. Dalam upayanya mencapai tujuan tersebut Muzan melakukan segala cara. Mulai dari mencari bunga Lily Laba-laba Biru yang mistis sampai memanfaatkan darah keturunan pewaris pengguna pernafasan matahari.

Hal ini tidak jauh berbeda dari antagonis utama JJBA part 1-2. Seperti kemampuan vampir DIO untuk merubah manusia biasa menjadi vampir bawahanya. Serta tujuan utama sang pemimpin Pillar Men yaitu Kars untuk bisa bertahan hidup di bawah sinar matahari sekaligus menjadi makhluk sempurna yang abadi.

Masalah menjiplak atau tidak saya tak bisa memastikan hal itu. Karena bisa saja sang mangaka hanya terisnpirasi oleh karya orang lain yang mana hal itu lumrah terjadi di dunia seni seperti ini. Dan perihal fandom JJBA yand melakukan tuduhan kemungkinan itu adalah salah satu atau beberapa ulah fans toxic. Yang suka menimbulkan kerusuhan baik kepada fandom sendiri maupun fandom lain, saya sendiri yang menyukai seri JOJO pun sebenarnya agak risih dengan hal semacam ini.

Tinggalkan Balasan