Kimetsu no Yaiba the Movie Jelek atau Bagus? ini Reviewnya

Kimetsu no Yaiba the Movie Jelek atau Bagus? ini Reviewnya

Seri Demon Slayer atau Kimetsu no Yaiba adalah salah satu judul anime yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan. Penyebabnya lantaran seri ini mendapatkan sekuel film canon yang dikemas dengan dengan judul Kimetsu no Yaiba the Movie: Mugen Train.

Karena “Mugen Train” merupakan arc canon yang terdapat di versi manga-nya maka movie ini merupakan kisah lanjutan dari season pertama kemarin. Dan jika season kedua KNY nanti sudah resmi dirilis berarti sudah tidak ada alasan lain bagi penggemar untuk tidak menonton film ini kalau ingin menonton season keduanya.

Yang paling saya perhatikan dari seri Kimetsu no Yaiba adalah kualitas grafis yang diproduksi oleh studio “Ufotable”. Seperti pada season kemarin terlihat dengan jelas seri KNY sangat unggul dalam menampilkan kualitas gambar terutama pada tampilan latar belakang yang terlihat sangat detail. Dan yang paling saya suka adalah penggunaan CGI yang cukup pintar sehingga tidak terlihat mencolok.

Melihat kualitas grafis season kemarin membuat saya sedikit berekspektasi terhadap kualitas grafis fim ini. Lalu apakah film garapan Ufotable ini memenuhi ekspektasi? untuk menjawab itu silahkan simak saja review saya di bawah ini.

Kualitas grafis KNY the Movie: Mugen Train

demon slayer

Sebenarnya ekspektasi saya sebelum menonton film hanya terfokus pada kualitas grafisnya. Karena kalau soal cerita sendiri sebelumnya saya sudah membaca vesi manga dari arc ini, jadi elemen surprise ketika melihat film ini jadi tidak ada.

Saya mengira kalau kualitas grafis yang akan ditampilkan di film cuma sedikit lebih detail dari seri kemarin.

Dan akhirnya rasa penasaran saya langsung terjawab ketika scene pertama ditampilkan. Setelah melihat beberapa kualitas grafis pada beberapa adegan pertama film ini saya terkejut sebab tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Karena ternyata kualitas grafis yang ditampilkan sangat jauh lebih baik! dari apa yang saya harapkan sebelumnya.

Grafis yang ditampilkan ternyata sangat bagus dan tampak berkali-kali lipat lebih detail dari season satu. Latar belakang animasi dibuat dengan gaya yang terkesan semi realistis sehingga membuat saya berpikir telah salah menonton judul film. Objek lingkungan seperti pepohonan, rerumputan, kereta dan lainya sangat memanjakan mata dan seolah-olah lingkungan tersebut nyata. Ini karena penggunaan teknologi CGI berkualitas tinggi yang membuat latar belakang lokasi menjadi kaya dan memiliki animasi yang halus. Seperti ketika rerumputan yang akan bergoyang dengan indah ketika terkena hembusan angin.

Latar belakang animasi memang lebih banyak menggunakan CGI namun penggambaran karakter masih tetap ditampilkan dengan teknik 2D murni. Sehingga akan tampak sangat kontras antara tampilan karakter dengan latar belakangnya, ini seperti karakter 2D itu hidup di dalam dunia 3D. Tapi saya tidak bilang itu sesuatu yang buruk karena meski tampilanya sangat kontras, hal itu malah menjadi kesan tersendiri ketika menonton film ini.

Soal tingkat konsistensi grafis, film ini juga termasuk salah satu yang terbaik karena saya tidak menemukan adanya penurunan atau perubahan kualitas grafis sejak awal film.

Satu lagi yang saya suka disini adalah pencahayaannya. Sinar cahaya terlihat sangat realistis dan menambah kesan dramatis pada sebuah adegan. Saya seakan-akan dapat merasakan hangatnya sinar mentari pada fim Mugen Train ini.

Kualitas animasi terlihat bagus tapi…

mugen train

Pergerakan objek yang dibuat dengan CGI seperti biasa memiliki pergerakan yang smooth karena tidak digambar frame demi frame. Tapi kualitas animasi karakter 2D disini juga tidak kalah bagus. Saya melihat ada peningkatan kualitas animasi seperti contohnya ketika karakter melakukan gerakan mejadi lebih halus dari season kemarin.

Pergerakan karakter yang ditampilkan sangat halus jauh dari kesan kaku, bahkan ada gerakan minor yang membuat karakter jadi lebih hidup. Dan ketika memasuki adegan pertarungan yang rumit pun kualitas animasi masih terjaga dengan baik dengan memadukan sedikit efek CGI pada jurus karakter. Dan kalau boleh saya bilang adegan pertarungan yang ditampilkan di film ini merupakan salah satu yang terbaik.

Itu karena saya terkesan dengan adegan pertarungan disini sebab memiliki durasi yang lumayan lama bahkan untuk ukuran anime action. Pihak studio tampaknya mencurahkan kemampuan terbaiknya demi menampilkan sebuah adegan pertarungan.

Tapi dari kualitas animasi yang bagus itu terdapat satu hal yang sangat mengganggu saya. Saya setuju saja tentang penggunaan CGI untuk menganimasikan objek benda mati seperti kendaraan atau awan. Dan saya juga tidak keberatan jika karakter digambar dengan teknik berbeda dari latar belakangnya. Namun akan menjadi mimpi buruk ketika suatu karakter ditampilkan dengan memadukan animasi CGI dan 2D tak peduli sebagus apapun kualitas grafisnya.

Seperti saat dipertengahan film ada satu karakter yang tampil dengan perpaduan CGI dan 2D yang membuat saya mengerutkan dahi. Iya memang saya sadar tampilan karakter tersebut agak mustahil jika ditampilkan dengan teknik full 2D karena tingkat kerumitanya. Dan nampaknya pihak studio juga terpaksa melakukan hal seperti itu karena memang sudah tidak ada cara lain. Untungnya adegan karakter tersebut tidak berlangsung lama sehingga saya bisa melupakan sejenak mimpi buruk yang telah terjadi tersebut.

Meski saya sadar ada alasan dibalik penggunaan dua teknik animasi tersebut tetapi tetap saja masih mengganggu saya ketika ingat karakter itu.

Alur cerita KNY the Movie: Mugen Train

mugen train villain

Jika kamu adalah seorang manga reader yang sudah menamatkan arc Mugen Train, saya bisa bilang tingkat kemiripan seluruh cerita dan adegan di film ini 95% sama dengan yang ada di versi manga. Di film ini hanya ada perbedaan minor, seperti contohnya ketika Tanjiro dan kawan-kawan memasuki kereta dibuat dengan adegan yang agak berbeda. Tapi tenang saja beberapa modifikasi adegan minor itu sama sekali tidak mengubah jalanya cerita utama dan menurut saya malah menambah kesan dramatis suatu adegan.

Sedangkan jika kamu adalah seorang “anime only” maka saya akan memberikan sedikit review mengenai cerita dari arc Mugen Train ini.

Arc ini sebenarnya dimulai dari episode terakhir season pertama kemarin dimana Tanjiro dan kawan-kawan mendapatkan sebuah misi untuk menyelidiki kasus hilanganya beberapa penumpang kereta uap. Diduga kejadian hilangnya penumpang tersebut adalah ulah dari iblis bulan kepercayaan Muzan.

Cerita utama yang simpel namun berisi

tanjiro mugen train

Cerita utama dari film ini seperti yang saya singgung diatas adalah untuk mencari dan mengalahkan si iblis pembuat ulah di kereta. Karena setting tempat ini lebih banyak di dalam gerbong kereta maka tidak ada yang bisa diharapkan dari cerita utamanya. Sebab alur cerita disini hanya sebatas seperti dari titik A menuju titik B atau melakukan tindakan C untuk hasil D.

Cerita utamanya sangatlah simpel dan sederhana dan tidak memiliki percabangan yang berarti. Untungnya cerita yang simpel itu dibarengi dengan adanya latar belakang cerita (background story) beberapa karakter. Kisah latar belakang karakter seperti Tanjiro atau Rengoku malah memberikan lebih banyak cerita daripada cerita utamanya.

Background story karakter tersebut cukup bagus dan menarik sehingga bisa menutupi kekurangan dari cerita utama yang simpel. Dengan begitu cerita jadi terlihat berisi meski memiliki jalan cerita yang sederhana.

Tapi kalau dipikir-pikir certita yang simpel dan lurus-lurus saja bukanlah suatu yang buruk asalkan dikemas dengan baik seperti di film ini. Karena kalau kita lihat di season kemarin rata-rata memiliki cerita yang to the point dan lebih menonjolkan tentang interaksi antara karaktenya. Ini mungkin gaya story telling dari Koyoharu Gotoge sang author, atau mungkin juga itu suatu yang tidak disengaja, saya kurang tahu akan hal itu. Tapi yang jelas cerita dari film Mugen Train masih cukup seru untuk diikuti.

Dan selain dibumbui dengan background story yang menarik disini juga terdapat dua kejadian utama dalam kronologi film. Kejadian kedua disini lebih menonjolkan sisi action yang menampilkan pertarungan yang sangat epik dengan koreografi tingkat tinggi.

Karakter yang disoroti

kyojuro rengoku

Pada saat menjalankan misi, Tanjiro bertemu dengan Pilar Api yakni Kyojuro Rengoku. Tampilan dari Rengoku terlihat sangat nyentrik dibanding yang lainya karena dia memiliki rambut berwarna kuning merah seperti lidah api. Kontra dengan penampilanya, ternyata sang pilar api ini merupakan pilar paling ramah yang pernah ada. Dia bahkan bersedia untuk mengajari Tanjiro serta menerima Nezuko sebagai bagian dari organisasi pembasmi iblis.

Ketika saya melihat Rengoku dalam versi manga sebenarnya tidak ada yang aneh pada ekspresi karakter ini, karena mungkin waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan. Namun setelah melihat penampilan karakter ini di film saya kira ada kesalahan dalam animasinya. Iya karena ekspresi Rengoku terlihat seperti orang yang terkena hipnotis, dia selalu melihat kedepan sambil tersenyum ketika berbicara dengan Tanjiro.

Tapi setelah itu saya sadar ternyata memang seperti ini ciri khas dari karakter Rengoku. Dan menurut saya film ini sangat baik dalam mempresentasikan suatu karakter.

Masih soal Rengoku, disini dia mendapatkan porsi yang lumayan banyak di film. Selain durasi penampilanya, Rengoku juga merupakan salah satu orang yang akan berpengaruh besar pada pengembangan diri Tanjiro.

villain utama

Saya tidak akan bilang akan ada berapa banyak villain yang hadir disini. Tapi yang jelas villain pembuat ulah tersebut sebenarnya memiliki potensi yang tinggi untuk mengalahkan sang protagonis. Villain tersebut memang memiliki cara yang boleh dibilang ribet ketika melakukan serangan bahkan memiliki banyak langkah yang harus dilakukan untuk melancarkan tujuanya.

Ini sesuatu yang saya kurang suka dari arc ini karena sang villain menggunakan cara yang berbelit-belit dan malah terlalu sering menyombongkan diri. Karakter yang seperti ini tentu saja akan lebih mudah ditebak bagaimana nasibnya nanti.

Yang saya sesali dari karakter villain ini adalah dia memiliki banyak kesempatan untuk bisa mengalahkan sang protagonis. Tetapi apa yang dia lakukan malah membuang banyak waktu untuk menikmati angin. Meskipun saya sebenarnya tidak ingin ada protagonis yang kalah disini tetapi tetap saja hal ini membuat jalan cerita terlalu mudah ditebak.

Tapi walaupun mudah ditebak jalan ceritanya fim ini masih menyguhkan big surprise bagi penontonya. Mungkin bagi manga reader sepeti saya surprise tersebut sudah tidak berlaku namun bagi anime only mungkin akan terkejut dengan apa yang akan terjadi di film ini.

Kesimpulan

Cerita yang dihadirkan di film ini sangat simpel dan tidak menuntut penontonya berpikir banyak, membuatnya sangat enjoyable untuk ditonton. Interaksi antara karakter yang ditampilkan juga membuat film tidak membosankan.

Meski saya tahu yang ada di balik film ini adalah studio Ufotable tetapi saya tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi. Itulah mengapa kualitas grafis film ini melampaui ekspektasi saya. Itu karena akhir-akhir ini saya agak malas berekspektasi tinggi setelah melihat apa yang terjadi kepada fanbase AOT kemarin.

Jika disuruh, dari angka 1 sampai 10 saya akan kasih nilai film ini:

8,5

Mungkin cukup sampai disini saja review yang dapat saya sampaikan mengenai film ini. Jika kamu ingin menambahkan atau membagikan pengalaman nonton terkait film ini bisa sampaikan saja di kolom komentar, sekian dan terima kasih.

Related Posts

Tinggalkan Balasan