Alasan Nobara Kugisaki Tidak Boleh Dianggap “BEBAN” di Jujutsu Kaisen

Alasan Nobara Kugisaki Tidak Boleh Dianggap “BEBAN” di Jujutsu Kaisen

Nobara Kugisaki merupakan karakter pendamping utama wanita di serial Jujutsu Kaisen. Dia adalah salah satu murid tahun pertama di sekolah Jujutsu Tokyo.

Sejak karakter ini pertama kali ditampilkan cukup mengingatkan saya dengan “Haruno Sakura” yang ada di serial Naruto. Ini mungkin karena Nobara memiliki beberapa kemiripan diantaranya gaya rambut pendeknya. Serta yang paling mirip adalah dia sering diselamatkan banyak orang lain. Beberapa karakter yang saya ingat pernah menyelamatkan nyawa Nobara di season 1 lalu cukup banyak antara lain: Fushiguro, Itadori, Maki dan Panda.

Dari segi kemampuan pun Nobara tidaklah terlalu kuat, dia lebih banyak bertindak sebagai seorang support dalam pertarungan. Untuk itulah dia selalu kewalahan jika lawannya adalah murni seorang petarung.

Dengan berbagai alasan diataslah kemudian banyak yang menganggap kalau Nobara itu merupakan karakter lemah yang cuma menjadi beban protagonis. Tetapi menurut saya Nobara tidak pantas dianggap beban karena beberapa hal dan kalau kalian ingat kembali season 1 kemarin, karakter ini tidaklah sebeban itu. dan sebagai buktinya kamu lihat saja alasan di bawah ini.

Nobara adalah support yang dapat diandalkan

Nobara memiliki kemampuan yang unik di kalangan Penyihir Jujutsu sebab teknik bertarungnya mengandalkan paku, palu dan boneka voodoo. Ini artinya Nobara tidak akan bisa bertarung jika salah satu dari ketiga benda itu hilang atau hancur. Dan ini pernah dialami Nobara di awal season lalu dimana dia kehabisan paku nya.

Tapi walaupun Nobara tidak bisa diandalkan dalam pertarungan satu lawan satu, dia masih bisa berbuat banyak ketika pertarungan tim. Ini karena teknik kutukan boneka voodoo nya sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan sementara. Serta Nobara dapat menembakan paku dengan jarak yang cukup jauh sehingga membuat musuh kesulitan untuk mendekat.

Karena kemampuannya yang bisa melumpuhkan lawan, Nobara menjadi salah satu Jujutsu yang paling cocok untuk melakukan pengejaran, roh kutukan atau apalah itu pasti bakal kesulitan untuk kabur darinya.

Related Posts

Jujutsu yang punya kemampuan analisa tingkat tinggi

Nobara mungkin boleh saja lemah dalam adu kekuatan fisik namun dalam urusan otak karakter ini merupakan salah satu yang paling cerdas. Pemahamannya yang kuat tentang Jujustu membuat dia dapat menemukan cara alternatif untuk mengalahkan lawannya. Dia sangat lihai dalam membaca situasi pertarungan dan memikirkan segala kemungkinan yang ada.

Dia tahu bagaimana cara mengalahkan musuh tanpa melakukan banyak kontak fisik secara langsung. Nobara tidak menganalisa musuh saja dalam pertarungan, dia juga bisa menganalisa kondisi sekitar untuk dimanfaatkanya. Sehingga dengan begini Nobara menjadi selangkah lebih maju dibanding musuhnya.

Sadar diri

Disini, Nobara bukanlah karakter support yang suka “maju digaris depan menjadi tameng hidup dan makin menuysahkan si protagonis” karena dia cukup menyadari batas kekuatanya. Ketika di dalam pertarungan Nobara juga tidak melibatkan emosinya dan lebih fokus mencari celah. Walaupun memang Nobara selalu berlagak sok kuat tetapi dia tidak terlalu memaksa diri jika lawanya lebih kuat darinya.

Pada beberapa episode terakhir Jujutsu Kaisen season lalu dapat kita lihat peran Nobara yang cukup besar dalam mengalahkan Eso dan Kechizu. Pada awalnya Nobara menghadapi Eso yang menggunakan teknik pembusukan. Dalam duel tersebut Eso terlihat jauh lebih unggul dan Nobara tahu akan hal itu.

Itulah mengapa pada saat Itadori datang dia langsung berganti target dan lebih fokus untuk menyerang Kechizu yang memiliki pertahanan lebih lemah. Dan benar saja berkat seluruh kemampuan dan kolaborasi harmonis kedua Jujutsu tersebut mereka dapat mengalahkan musuh tersebut.

Tinggalkan Balasan